PUKUL GONG

Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh, Senin (31/10) secara resmi mencanangkan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan tingkat Kabupaten Bengkalis 2011, ditandai pemukulan gong.

HARI ANAK NASIONAL

Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh menyerahkan piala kepada Juara I lomba melukis sempena Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2011, yang diraih TK Maitreya Bengkalis.

FORUM PAUD

Pemerintah Kabupaten Bengkalis wujudkan anak Bengkalis yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera pada pertemuan pembekalan dan sosialisasi pengurus Forum PAUD 2011.

DA'I CILIK

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkalis, mengadakan acara Da'i Cilik sempena menyambut Hari Anak Nasional, 2011.

FANBENG

Forum Anak Bengkalis (FANBENG) bertujuan mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi sehat, kreatif dan berakhlak mulia sekaligus cerdas dan berprestasi.

Sabtu, 24 Desember 2011

Kata Pengantar


Kepada Yth
Bapak/Ibu/Saudara/i
dan seluruh pihak

di tempat.

Dengan Hormat,

Dengan terbentuknya Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP&KB) Kabupaten Bengkalis pada Januari 2009 lalu, maka menjadi hal penting dalam menentukan kebijakan dan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana di Kabupaten Bengkalis di masa mendatang. Pembentukan ini berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 10 Tahun 2008.

Atas pembentukan BPP&KB ini, tentunya memiliki Visi dan Misi yang sejalan dengan tujuan dari Visi dan Misi Kabupaten Bengkalis seutuhnya. Dalam penyampaian Visi dan Misi tersebut, maka BPP&KB Kabupaten Bengkalis sangat perlu mensosialisasikan berbagai informasi maupun data yang dikemas melalui webblog bppkb-bengkalis.go.id.

Semoga informasi maupun data yang disampaikan melalui media internet ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.

Bengkalis, Desember 2011

Hormat Kami,

Kepala
Badan Pemberdayaan Perempuan
dan Keluarga Berencana (BPP&KB)
Kabupaten Bengkalis



Farida Hamid, SE

Selasa, 06 Desember 2011

Perempuan harus Diberi Pelatihan Metode Iqra


Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan cara belajar membaca Al-Quran dengan menerapkan mode Iqra’ dan qiraat, di kalangan guru ngaji dan masyarakat, terus dilakukan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis. Untuk ke sekian kalinya, organisasi perempuan di Kabupaten Bengkalis ini, kembali menggelar kegiatan pelatihan cara membaca Al-Quran yang dilaksanakan Selasa (8/11) kemarin di gedung GOW jalan Ahmad Yani Bengkalis.

Menurut Ketua GOW Bengkalis Hj Hera Triwahuyuni Riza SE di sela-sela kegiatan pelatihan yang direncanakan selama dua hari tersebut, bahwa kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali ini, diperuntukkan bagi para guru ngaji dan masyarakat di Kecamatan Bengkalis. Masing-masing desa/kelurahan mengirimkan pesertanya sebanyak 5 orang.

“Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini, lain tak bukan adalah untuk mempermudah pemahaman dalam bacaan Al-Quran itu sendiri, memudahkan para pelajar agar cepat membaca Al-Quran, serta memahami ilmu yang terus berkembang agar kita mudah mempelajari membaca Al-Quran dengan baik dan cepat,” ujar Hera seraya menambahkan jika dalam kegiatan pelatihan ini, beberapa narasumber dilibatkan dari pengurus GOW, diantaranya Hj Razmah Alwi, dan Syafrida.

Lebih jauh Hera menegaskan, untuk meningkatkan pemahaman cara belajar membaca Al-Quran dengan menerapkan metode Iqra’ ini, setakat ini pihaknya sudah melakukannya di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Siakkecil, Rupat Utara dan Kecamatan Bantan. Khusus untuk di Kecamatan Bengkalis ini, selain metode iqra', juga  pengenalan terhadap metode qiraaty.

“Ilmu itu, khsusnya cara membaca Al-Qran terus berkembang. Perubahan dari belajar metode baghdadiah, lalu metode iqra, kemudian metode qiraaty. Membaca Al-Quran merupakan kewajiban kita.  Terlebih setiap pasangan pengantin harus bisa mengaji dan mengkhatamkan Al-Quran,” katanya.

Selain aktif dalam melakukan kegiatan keagamaan, seperti memberi pelatihan cara membaca Al-Quran, GOW Bengkalis juga aktif dalam melakukan pembinaan dan kegiatan yang menjurus kepada pengembangan kesenian dan budaya. Bahkan baru-baru ini kata Hera, pihaknya telah melaksanakan kegiatan festival rebana bagi pelajar SLTP dan SLTA di Kecamatan Siakkecil dan Bukitbatu.

Sesuai informasi yang dihimpun, dalam perlombaan rebana yang diselenggarakan di Kecamatan Bukitbatu, baru-baru ini, SMA 1  Bukitbatu keluar sebagai juara pertama festival rebana tingkat SLTP dan  SLTA. Juara kedua berhasil diraih group rebana dari SMA 2 Bukitbatu, dan juara ketiga dari MTs Nurul Hasanah Bukitbatu.

Sementara itu, juara keempat disandang group rebana dari siswa SMP 1 Siakkecil, juara kelima SMA 2 Bukitbatu, dan juara keenam dari SMP YKPP  Bukitbatu. "Bagi para pemenang festival rebana ini, disamping kita  memberikan hadiah berupa piala, kita juga memberikan uang tunai sebagai perangsang," tukas Hera.*

Perempuan harus Bisa Manfaatkan Peluang


Ir Hj Rahmi, Kabid Organisasi Perempuan dan Peran serta Masyarakat BPPKB Kabupaten Bengkalis ini, selalu santai dan ramah senyum. Inilah karakter yang dimilikinya. Ketika sebuah pekerjaan selesai dikerjakan, maka hasil adalah targetnya.

Untuk mencapai semua itu, tentunya harus ada proses yang dilalui. Tak ada yang mudah, semua penuh dengan tantangan dan hambatan. Semakin banyak tantangan, yang diselesaikan, semakin nikmatlah hidup ini. Tapi, bukan berarti semua ini harus mencari-cari masalah.

“Hidup ibarat belajar di atas laut. Kadang ada ombak kecil, kadang pula kita menghadapi ombak yang ganas. Hanya nahkoda yang punya nyali untuk berlayar dan mampu menaklukkan ombak ganas itu,” kata Rahmi yang lama bergelimang di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis.

Jadi tak heran, ketika ia harus menunjukkan semangat hidup sebagai perempuan yang berkutat pada setiap program pemberdayaan perempuan di BPPKB Kabupaten Bengkalis.

Bahkan, motivasi ia torehkan pada pantun Melayu, Tenas Effendi: Kalau hendak menjalin teraju/Dikala terang dengan lampu berminyak/kalau hendak perempuan maju/hendaknya dengan hati lapang dan ilmunya banyak.

“Kalau jadi perempuan yang maju, harus siap menghadapi tantangan. Tentunya dengan berbekal ilmu yang banyak,” ucapnya.

Maka, lanjut Rahmi, prinsip ini mirip dengan monitoring dan evaluasi/manev. Dalam managemen modern, prinsip ini wajib hukumnya untuk diterapkan dalam organisasi apa pun termasuk organisasi kehidupan. Karena, kalau pun tidak ditargetkan dengan sasaran yang senantiasa berkembang, maka kata orang bijak kita pada dasarnya sudah mati.

Mungkin apa yang kita sebut modern hanyalah apa yang tak berharga untuk tertinggal sampai tua. “Hidup bersemangat karena adalah target yang hendak dicapai, sebaliknya rutinitas sangat membosankan,” terang perempuan ini, kepada Che’ Puan.

Untuk itu, ketidakadilan gender kadang terjadi, sebagai bentuk perbedaan perlakuan yang berdasarkan alasan gender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasi, persamaan antara laki-laki dan perempuan.

“Makanya, ketidakadilan gender kadang terjadi sebagai bentuk perbedaan perlakuan dengan alasan gender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasi,” terangnya.

Rahmi menjelaskan, bahwa hal ini bisa juga terjadi pada hak dasar dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. Lawan dari ketidakadilan ini kesetaraan gender. Untuk mensiasati ini perlu upaya untuk menjadikan yang tidak adil menjadi setara, sehingga akan terjadi suatu proses, karena terkait dengan merubah sosio kultural yang ada.*

Perempuan harus Ikhlas Mengajar dan Memberi

Ibarat guru yang mengajar, tentu ada manfaat dari hasil belajar yang baik itu. Hal ini berputar melingkar terus berkembang. Bahkan seiring dengan adanya pantun Melayu Tenas Effendi, yang ia ingat selalu: Untuk apa meramu samak/kalau tidak dengan pangkalnya/untuk apa berilmu banyak/kalau tidak dengan amalnya.

“Dalam hidup dan pergantian-pergantian semacam itu adalah suatu proses belajar. Kita harus mampu mengimplementasikan setiap waktu. Makanya, perempuan harus ikhlas mengajar dan memberi, apalagi dalam mendidik anak dan mempengaruhi masa depannya,” ucap Alumni IAIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta, Jurusan Bahasa Arab ini, kepada che-puan.

Hj Teti mengatakan, dalam hidup, kita harus pandai membagi dan memberi kepercayaan pekerjaan kepada orang lain. Sesungguhnya perempuan harus mampu menentukan arah dan sasaran yang hendak di tuju dalam keluarga. Untuk itu, sesungguhnya perempuan juga dapat diibaratkan sebagai manager dalam sebuah perusahaan.

“Intinya, bagaimana cara efektif dan efisien untuk mencapai sasaran tersebut. Untuk itu harus pandai membagi pekerjaan dan pandai mempercayakan pekerjaan kepada orang lain,” ucap istri Sekda Bengkalis H Asmaran Hasan ini.

Selain urusan rumah tangga, mulai dari mendaftar anak sekolah, mengurus KTP, membangun rumah, perabot rumah tangga hingga menu masakan, selama ini dipercayakan kepada perempuan. Maka tak heran bila suaminya menyebut isterinya sebagai Manager Rumah Tangga. Padahal, seperti kebanyakan orang Melayu menyebut ibu rumah tangga.

Untuk itulah, anak dari pasangan ayahanda (alm) H Chozaini dan  (Alh) Azimah, berkeyakinan bahwa selesainya urusan rumah tangga, maka sang suami juga akan fokus, bagaimana pekerjaan dengan target sasaran yang jelas dan dapat diwujudkan.

Apalagi mengurus anak, dan sebagainya, maka peran seorang perempuan harus tahu dengan tugas dan tanggungjawanya. Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat.*

BPPKB Bengkalis Taja Pelatihan Masyarakat Berwawasan Gender

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bengkalis, selama sepekan (26 September hingga 1 Oktober) lalu, menggelar kegiatan pelatihan perencanaan pembangunan masyarakat berwawasan gender se-Kecamatan Siak Kecil. Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat terwujudnya masyarakat dalam pembangunan yang memperhatikan berbagai aspek kepentingan perempuan.

Kegiatan ini dipusatkan di Aula Kantor Camat Siak Kecil dan dibagi dalam dua angkatan. Masing-masing angkatan mengikuti pelatihan selama tiga hari, diikuti segenap unsur dan komponen masyarakat di setiap desa, meliputi unsur TP PKK desa, sekdes, tokoh masyarakat, tokoh agama, LKMD, dan tokoh pemuda desa. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti Kasi PMD Kecamatan Siak Kecil.

Sepanjang pelatihan dilakukan, dengan bimbingan para narasumber, para peserta pelatihan terlihat aktif dan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Terlebih dalam pelatihan ini, mereka diharapkan nantinya mampu menjadi agent of change (agen perubahan) di masing-masing desa, terutama dalam memberikan pendapat dan usulan pembangunan.

Disamping itu, para peserta diberikan materi mengenai kesetaraan gender dalam pembangunan, juga dibimbing untuk mampu mengidentifikasi berbagai persoalan terkait
pembangunan. Hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan, faktor-faktor yang menyebebkan terjadinya kesenjangan antara pria dan wanita, serta persoalan yang menyangkut persoalan perempuan itu sendiri, seperti persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, politik, sosial budaya dan lain sebagainya. Bahkan peserta juga dibagi dalam beberapa kelompok (berdiskusi) guna menemukan persoalan riil, menganalisa persoalan, serta mencari solusi terbaik.

“Kita menginginkan mereka ini nantinya bisa menjadi fasilitator dalam mengusulkan berbagai rencana pembangunan yang benar-benar turut memperhatikan gender. Mereka juga diharapkan mampu untuk mensosialisasikan ilmu yang mereka dapatkan hari ini, termasuk mengembangkan pemikiran, memfasilitasi dan mengawal usulan pembangunan
yang berwawasan gender, mulai dari tingkat desa, kecamatan dan bahkan hingga tingkat kabupaten,” ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Aktivitas Masyarakat, Ediwar Rachman, disela-sela pelatihan.

Ediwar Racham menegaskan, dalam memotivasi peranan perempuan hingga ke akar rumput (desa), sebenarnya tidak hanya menjadi tanggungjawab Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB saja. Namun harus juga melibatkan seluruh SKPD di lingkup pemerintah daerah. Sementara Kepala BPPKB melalui Kabid Organisasi Perempuan dan Peran Serta Masyarakat Ir Rahmi saat dimintai pendapatnya mengatakan, pihaknya berupaya agar perempuan Kabupaten Bengkalis senantiasa mendapatkan pembinaan dan pelatihan dalam emberdayaan perempuan. Bahkan pihaknya bertekad agar perempuan dapat ditingkatkan partisipasinya dalam pembangunan di segala aspek kehidupan masyarakat.*

Kamis, 13 Oktober 2011

Kementerian P3A RI Taja Pertemuan FAN 2011

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (P3A RI) menaja pertemuan pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) Tahun 2011. Kegiatan diadakan pada 30 Juni sampai 2 Juli 2011 di Taman Budaya Surakarta dan Hotel Sunan Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN).

Tujuan dilaksanakannya FAN antara lain untuk merespon dan mengantisipasi fenomena sosial menurunnya semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme anak-anak Indonesia dengan adanya indikasi serta kekhawatiran bahwa anak-anak remaja mulai menjadi sasaran pengkaderan dari kelompok-kelompok radikal.

Selain itu, pertemuan ini juga untuk menumbuhkembangkan kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa dan kebanggaan terhadap kebhinekaan Indonesia.

Peserta pertemuan antara lain, empat anak yang memiliki prestasi khusus atau pertimbangan khusus terdiri dari dua puteri dan dua putera, seorang pendamping puteri dan seorang pendamping puteri dari tiap provinsi, utusan Forum Anak Provinsi, peninjau dari Forum Anak Kota Surakarta dan peninjau anak dari negara perwakilan KLA Asia Pasifik.

Pendamping berasal dari kepala bidang atau utusan dari unit kerja yang menangani partisipasi anak dari pemerintah provinsi dan dari unsur pemerintah atau LSM mitra pemerintah provinsi di bidang anak yang memahami konsep partisipasi dan tumbuh kembang anak. Pertemuan menghadirkan pembicara seperti Menteri Negara P3A RI, Linda Agum Gumelar.

Bentuk kegiatan FAN tahun 2011 berupa capacity building bagi anak-anak berprestasi dari 33 provinsi yang diberikan dengan metoda partisipatif dan rekreatif baik oleh fasilitator nasional maupun internasonal. Pertemuan FAN ini akan dirangkaikan dengan kegiatan Konferensi Kota Layak Anak tingkat Asia Pasifik sehingga mudah-mudahan dapat memberikan pengalaman bagi anak-anak daerah untuk aktif dalam forum internasional. Harapannya, anak-anak dapat terlatih dan menjadi teladan serta penggerak di lingkungan sekolah dan teman-teman sebayanya untuk menghadapi dinamika sosial.

Dasar perlunya pertemuan FAN ini adaah dinamika pembangunan di bidang ekonomi yang dipercepat dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi informasi ternyata menimbulkan fenomena sosial yang tidak menguntungkan dalam perspektif tumbuh kembang dan perlindungan anak.

Semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme pada anak-anak Indonesia cenderung menurun, nilai-nilai luhur budaya bangsa seperti pola hidup gotong-royong, kebersamaan, bangga pada kebhinekaan dan keragaman suku dari budaya Indonesia berubah menjadi pola hidup individual, primordial dan konsumtif.

Kementerian P3A RI secara reguler sejak tahun 2005 bekerja sama dengan Unicef telah mengembangkan kebijakan partisipasi anak sebagai pengejawantahan dari amanah Undang-Undang Perlindungan Anak khususnya pasal 4, "Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi".

Kebijakan pemerintah di bidang partisipasi anak antara lain adalah, pembentukan wadah-wadah partisipasi anak sebagai media untuk mendengarkan dan menyuarakan aspirasi, pendapat dan harapan anak sebagai bentuk partisipasi anak dalam proses pembangunan. Dan salah satu program dalam kebijakan partisipasi anak tersebut adalah pengadaan pertemuan FAN.

Tujuan khusus pertemuan ini antara lain, meningkatkan kapasitas anak-anak di bidang partisipasi anak, memberikan pengalaman pada anak-anak untuk mengikuti pertemuan internasional, memfasilitasi perwakilan anak-anak dari 33 provinsi untuk bertemu dalam satu forum, meningkatkan kapasitas pendamping anak-anak di bidang partisipasi anak, memformulasikan pokok-pokok pikiran anak sebagai bahan masukan dalam memformulasikan kebijakan di bidang tumbuh kembang dan perlindungan anak.

Selain itu, memfasilitasi sharing pengalaman sesama anak Indonesia yang dilakukan oleh dan untuk anak, memfasilitasi tim pendammping untuk menyusun rencana tindak lanjut pengembangan forum anak secara berjenjang dan memfasilitasi tim pendamping untuk menyusun rencana tindak lanjut untuk merumuskan kegiatan partisipasi anak.*

Bupati Bentuk Panitia Pelaksana HAN 2011

Bupati Bengkalis, Ir H Herliyan Saleh MSc mengeluarkan keputusan tentang pembentukan panitia pelaksana Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Bengkalis Tahun 2011. Keputusan Bupati dengan Nomor 247/KPTS/VII/2011 itu tertanggal dan ditetapkan 19 Juli 2011.

Dasar hukum dibentuknya panitia pelaksana itu antara lain, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dan lingkungan daerah Provinsi Sumatera Tengah, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 07 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkalis.

Pembentukan panitia pelaksana HAN Kabupaten Bengkalis Tahun 2011 ini merujuk dari Surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor: B.12/MENKO/KESRA/I/2010 tanggal 18 Januari 2010 tentang Koordinator Penyelenggaraan HAN Tahun 2011 dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 643/MENKES/SK/III/2010 tentang Panitia Peringatan HAN Tahun 2011.

Panitia Pelaksana HAN Kabupaten Bengkalis Tahun 2011 bertugas antara lain, melaksanakan persiapan dan merancang bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HAN Tahun 2011, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan instansi lain (lintas sektor), LSM, organisasi terkait. Kemudian bertugas, melaksanakan persiapan dan pelaksanaan serangkaian kegiatan HAN Tahun 2011 serta memantau dan menghadiri setiap acara kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing bidang kegiatan.

Panitia pelaksana HAN Kabupaten Bengkalis Tahun 2011 menyampaikan laporan kepada Menteri Kesehatan RI selaku Ketua Pelaksana HAN tingkat nasional, dan kepada Bupati Bengkalis. Dana yang timbul karena ditetapkannya keputusan ini dibebankan pada APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2011 dan dari pihak lain yang tidak mengikat.

Pelindung dari panitia pelaksana HAN Kabupaten Bengkalis Tahun 2011 antara lain, Bupati, Ir H Herliyan Saleh MSc, Wakil Bupati, Drs Suayatno, sejumlah unsur Muspida Kabupaten Bengkalis lainnya, Sekdakab, Drs H Asmaran Hasan, Kadiskes, Ketua HIMPAUDI, Kadis Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kadis Sosial, Ketua Ikatan Keluarga Besar Dewan, Kadis Kelautan dan Perikanan serta Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkalis.

Sedangkan panitia pelaksana HAN Kabupaten Bengkalis Tahun 2011 diketuai oleh Drs Saiful Bahri dari Dinas Kesehatan, Wakil Ketua, Hj Hera Triwahyuni SE dari Gabungan Organisasi Wanita, Sekretaris, Rita Puspa SKM MP dari Dinas Kesehatan, Wakil Sekretaris, drg Azwari dari Dinas Kesehatan dan Bendahara, Ir Hermijaya dari Tim Penggerak PKK.*

BPPPAKB Riau Taja Pertemuan Penanganan Kasus Anak

Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPPPAKB) Provinsi Riau menyelenggarakan kegiatan penanganan kasus anak se-Provinsi Riau tahun 2011, Jumat-Sabtu (3-4/6).

Acara yang berlangsung di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru itu juga diadakan pertemuan Forum Anak dan Pemimpin Muda Indonesia.

Peserta dari kegiatan itu adalah pelajar dari kabupaten dan kota di Riau yang menjabat sebagai Ketua OSIS SMA atau SMK. Acara diisi dengan penyampaian materi dari narasumber.

Seperti Dra Hj Rosmawati Apt MSi yang menyampaikan materi kebijakan Pemerintah Provinsi Riau tentang pemenuhan hak partisipasi anak dan kebijakan pemerintah tentang partisipasi anak dalam pembangunan sesuai Permen PP dan PA RI Nomor 03 dan 04 Tahun 2011.

Dalam acara juga disampaikan persentase dari peserta dan pembentukan Forum Anak Riau.*

Perempuan Bengkalis harus Miliki Kemampuan Diri

Farida teringat dengan petuah orangtuanya, agar ia selalu berusaha, berdoa dan berserah diri pada Allah dalam menghadapi berbagai persoalan. Dari petuah inilah ia terus berkeyakinan dalam prinsip masih ada harapan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Terlahir dari pasangan Ayahanda H Abdul Hamid dengan Ibunda Hj Mastiah, semasa kecil ia sudah tanamkan tekad untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai negeri sipil. Sejak mulai bekerja di Badan Perencanaan  Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, pada 1982 lalu, ia terus bertukus lumus dengan disiplin waktu yang ketat.

Tak heran, ia banyak bergelimang dan ditempa soal peningkatan kinerja sebagai PNS di lingkungan Bappeda. Inilah bekal hidup yang ia torehkan dalam perjuangan dalam menata konsep dan program pembangunan yang selaras dan seimbang.

"Ya, selama saya bekerja di Bappeda, banyak ilmu yang saya dapat. Terutama soal disiplin kerja dan waktu yang harus dikerjakan sesuai dengan target," ucap Anak sulung dari tujuh bersaudara ini, kepada Che Puan, pekan lalu.

Perempuan lulusan Univesitas Riau, Fakultas Ekonomi ini, berkeyakinan bahwa, sejak ia dipercaya untuk menjabat kedua kali sebagai kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kebupaten Bengkalis, ia terus berbicara tentang pengarusutamaan gender.

Menurutnya, sesuai dengan Inpres Nomor 9/2000, sebagai strategi untuk mencapai Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Seluruh kebijakan ini, kata Farida, dapat dilakukan melalui program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan (Deputi PUG Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI).

"Program yang menyangkut pengarusutamaan gender ini dapat dilakukan melalui pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi," ucap perempuan lulusan Sekolah Dasar Negeri 06 di Pekanbaru ini. (bagian 1)*

Pelaksanaan Hari Anak Nasional Tahun 2011


Tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional (HAN) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984. Peringatan HAN dilaksanakan di tingkat nasional dan di tingkat daerah dengan tujuan agar semua lapisan masyarakat menyadari akan pentingnya pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan anak Indonesia.

Pelaksana peringatan HAN 2011 tingkat nasional dipercayakan kepada Kementerian Kesehatan RI sesuai Surat Menko Kesra RI Nomor: B.12/MENKO/KESRA/I/2010 tanggal 18 Januari 2010. HAN tahun 2011 mengambil tema: Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia.

Menurut Menteri Kesehatan RI, dr Endang Rahayu Sedyaningsih MPH DrPH, tema ini diharapkan menjadi inspirasi seluruh komponen bangsa untuk terus meningkatkan perhatian terhadap pentingnya mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi yang sehat, kreatif dan berakhlak mulia sekaligus cerdas dan berprestasi. Guna mewujudkan hal tersebut maka jaminan pemenuhan hak-hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan yang bermutu harus terus diupayakan.

Penyelenggaraan HAN ditujukan untuk mensosialisasikan tentang hak-hak anak yang telah disepakati dunia dan diratifikasi oleh pemerintah Indonesia dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. Hak-hak anak yang tercantum dalam Undang-Undang tersebut mencakup, pertama, pelayanan pendidikan dan pengajaran bermutu dalam rangka pengembangan pribadi dan semua potensi kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.

Kedua, pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial. Ketiga, kebebasan menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan. Keempat, beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak sebaya, bermain, berekreasi dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri.

Kelima, perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiayaan, ketidakadilan dan perlakuan salah lainnya.

Mengingat upaya untuk memberikan jaminan perlindungan dan hak-hak anak telah menjadi komitmen nasional dan internasional, maka diperlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat Indonesia sebagai kewajiban dan tanggung jawab negara, pemerintah, masyarakat, keluarga serta orang tua dalam pemenuhan hak-hak anak.

Tujuan umum pelaksanaan HAN 2011 yakni, menumbuhkan kepeduliaan, stakeholders serta masyarakat pada umumnya dalam bidang kesehatan dan pemenuhan hak-hak anak, pemberian layanan pendidikan, gizi serta memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat tentang penyelenggaraan HAN tahun 201. Sedangkan tujuan khusus antara lain, pertama, menyediakan wahana bermain, unjuk prestasi, kreativitas dan karya inovatif anak.

Kedua, mensosialisasikan kepada masyarakat tentang berbagai program layanan anak yang holistik integratif meliputi, kesehatan, pendidikan, gizi, pengasuhan, perlindungan hukum dan pelayanan sosial lainnya. Ketiga, meningkatkan dan memperluas jejaring kerja sama dan kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, media massa, penerbit dan semua pihak yang mendukung program pelayanan bagi anak Indonesia.

Keempat, meningkatkan komitmen berbagai pihak tentang pentingnya pemenuhan hak-hak anak secara holistik integratif untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak secara sejahtera.

Sekapur Sirih

Salam Hormat, Mengingat pentingnya fasilitas internet bagi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bengkalis...Selengkapnnya..