PUKUL GONG

Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh, Senin (31/10) secara resmi mencanangkan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan tingkat Kabupaten Bengkalis 2011, ditandai pemukulan gong.

HARI ANAK NASIONAL

Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh menyerahkan piala kepada Juara I lomba melukis sempena Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2011, yang diraih TK Maitreya Bengkalis.

FORUM PAUD

Pemerintah Kabupaten Bengkalis wujudkan anak Bengkalis yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera pada pertemuan pembekalan dan sosialisasi pengurus Forum PAUD 2011.

DA'I CILIK

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkalis, mengadakan acara Da'i Cilik sempena menyambut Hari Anak Nasional, 2011.

FANBENG

Forum Anak Bengkalis (FANBENG) bertujuan mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi sehat, kreatif dan berakhlak mulia sekaligus cerdas dan berprestasi.

Sabtu, 24 Desember 2011

Kata Pengantar


Kepada Yth
Bapak/Ibu/Saudara/i
dan seluruh pihak

di tempat.

Dengan Hormat,

Dengan terbentuknya Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP&KB) Kabupaten Bengkalis pada Januari 2009 lalu, maka menjadi hal penting dalam menentukan kebijakan dan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana di Kabupaten Bengkalis di masa mendatang. Pembentukan ini berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 10 Tahun 2008.

Atas pembentukan BPP&KB ini, tentunya memiliki Visi dan Misi yang sejalan dengan tujuan dari Visi dan Misi Kabupaten Bengkalis seutuhnya. Dalam penyampaian Visi dan Misi tersebut, maka BPP&KB Kabupaten Bengkalis sangat perlu mensosialisasikan berbagai informasi maupun data yang dikemas melalui webblog bppkb-bengkalis.go.id.

Semoga informasi maupun data yang disampaikan melalui media internet ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.

Bengkalis, Desember 2011

Hormat Kami,

Kepala
Badan Pemberdayaan Perempuan
dan Keluarga Berencana (BPP&KB)
Kabupaten Bengkalis



Farida Hamid, SE

Selasa, 06 Desember 2011

Perempuan harus Diberi Pelatihan Metode Iqra


Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan cara belajar membaca Al-Quran dengan menerapkan mode Iqra’ dan qiraat, di kalangan guru ngaji dan masyarakat, terus dilakukan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis. Untuk ke sekian kalinya, organisasi perempuan di Kabupaten Bengkalis ini, kembali menggelar kegiatan pelatihan cara membaca Al-Quran yang dilaksanakan Selasa (8/11) kemarin di gedung GOW jalan Ahmad Yani Bengkalis.

Menurut Ketua GOW Bengkalis Hj Hera Triwahuyuni Riza SE di sela-sela kegiatan pelatihan yang direncanakan selama dua hari tersebut, bahwa kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali ini, diperuntukkan bagi para guru ngaji dan masyarakat di Kecamatan Bengkalis. Masing-masing desa/kelurahan mengirimkan pesertanya sebanyak 5 orang.

“Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini, lain tak bukan adalah untuk mempermudah pemahaman dalam bacaan Al-Quran itu sendiri, memudahkan para pelajar agar cepat membaca Al-Quran, serta memahami ilmu yang terus berkembang agar kita mudah mempelajari membaca Al-Quran dengan baik dan cepat,” ujar Hera seraya menambahkan jika dalam kegiatan pelatihan ini, beberapa narasumber dilibatkan dari pengurus GOW, diantaranya Hj Razmah Alwi, dan Syafrida.

Lebih jauh Hera menegaskan, untuk meningkatkan pemahaman cara belajar membaca Al-Quran dengan menerapkan metode Iqra’ ini, setakat ini pihaknya sudah melakukannya di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Siakkecil, Rupat Utara dan Kecamatan Bantan. Khusus untuk di Kecamatan Bengkalis ini, selain metode iqra', juga  pengenalan terhadap metode qiraaty.

“Ilmu itu, khsusnya cara membaca Al-Qran terus berkembang. Perubahan dari belajar metode baghdadiah, lalu metode iqra, kemudian metode qiraaty. Membaca Al-Quran merupakan kewajiban kita.  Terlebih setiap pasangan pengantin harus bisa mengaji dan mengkhatamkan Al-Quran,” katanya.

Selain aktif dalam melakukan kegiatan keagamaan, seperti memberi pelatihan cara membaca Al-Quran, GOW Bengkalis juga aktif dalam melakukan pembinaan dan kegiatan yang menjurus kepada pengembangan kesenian dan budaya. Bahkan baru-baru ini kata Hera, pihaknya telah melaksanakan kegiatan festival rebana bagi pelajar SLTP dan SLTA di Kecamatan Siakkecil dan Bukitbatu.

Sesuai informasi yang dihimpun, dalam perlombaan rebana yang diselenggarakan di Kecamatan Bukitbatu, baru-baru ini, SMA 1  Bukitbatu keluar sebagai juara pertama festival rebana tingkat SLTP dan  SLTA. Juara kedua berhasil diraih group rebana dari SMA 2 Bukitbatu, dan juara ketiga dari MTs Nurul Hasanah Bukitbatu.

Sementara itu, juara keempat disandang group rebana dari siswa SMP 1 Siakkecil, juara kelima SMA 2 Bukitbatu, dan juara keenam dari SMP YKPP  Bukitbatu. "Bagi para pemenang festival rebana ini, disamping kita  memberikan hadiah berupa piala, kita juga memberikan uang tunai sebagai perangsang," tukas Hera.*

Perempuan harus Bisa Manfaatkan Peluang


Ir Hj Rahmi, Kabid Organisasi Perempuan dan Peran serta Masyarakat BPPKB Kabupaten Bengkalis ini, selalu santai dan ramah senyum. Inilah karakter yang dimilikinya. Ketika sebuah pekerjaan selesai dikerjakan, maka hasil adalah targetnya.

Untuk mencapai semua itu, tentunya harus ada proses yang dilalui. Tak ada yang mudah, semua penuh dengan tantangan dan hambatan. Semakin banyak tantangan, yang diselesaikan, semakin nikmatlah hidup ini. Tapi, bukan berarti semua ini harus mencari-cari masalah.

“Hidup ibarat belajar di atas laut. Kadang ada ombak kecil, kadang pula kita menghadapi ombak yang ganas. Hanya nahkoda yang punya nyali untuk berlayar dan mampu menaklukkan ombak ganas itu,” kata Rahmi yang lama bergelimang di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis.

Jadi tak heran, ketika ia harus menunjukkan semangat hidup sebagai perempuan yang berkutat pada setiap program pemberdayaan perempuan di BPPKB Kabupaten Bengkalis.

Bahkan, motivasi ia torehkan pada pantun Melayu, Tenas Effendi: Kalau hendak menjalin teraju/Dikala terang dengan lampu berminyak/kalau hendak perempuan maju/hendaknya dengan hati lapang dan ilmunya banyak.

“Kalau jadi perempuan yang maju, harus siap menghadapi tantangan. Tentunya dengan berbekal ilmu yang banyak,” ucapnya.

Maka, lanjut Rahmi, prinsip ini mirip dengan monitoring dan evaluasi/manev. Dalam managemen modern, prinsip ini wajib hukumnya untuk diterapkan dalam organisasi apa pun termasuk organisasi kehidupan. Karena, kalau pun tidak ditargetkan dengan sasaran yang senantiasa berkembang, maka kata orang bijak kita pada dasarnya sudah mati.

Mungkin apa yang kita sebut modern hanyalah apa yang tak berharga untuk tertinggal sampai tua. “Hidup bersemangat karena adalah target yang hendak dicapai, sebaliknya rutinitas sangat membosankan,” terang perempuan ini, kepada Che’ Puan.

Untuk itu, ketidakadilan gender kadang terjadi, sebagai bentuk perbedaan perlakuan yang berdasarkan alasan gender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasi, persamaan antara laki-laki dan perempuan.

“Makanya, ketidakadilan gender kadang terjadi sebagai bentuk perbedaan perlakuan dengan alasan gender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasi,” terangnya.

Rahmi menjelaskan, bahwa hal ini bisa juga terjadi pada hak dasar dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. Lawan dari ketidakadilan ini kesetaraan gender. Untuk mensiasati ini perlu upaya untuk menjadikan yang tidak adil menjadi setara, sehingga akan terjadi suatu proses, karena terkait dengan merubah sosio kultural yang ada.*

Perempuan harus Ikhlas Mengajar dan Memberi

Ibarat guru yang mengajar, tentu ada manfaat dari hasil belajar yang baik itu. Hal ini berputar melingkar terus berkembang. Bahkan seiring dengan adanya pantun Melayu Tenas Effendi, yang ia ingat selalu: Untuk apa meramu samak/kalau tidak dengan pangkalnya/untuk apa berilmu banyak/kalau tidak dengan amalnya.

“Dalam hidup dan pergantian-pergantian semacam itu adalah suatu proses belajar. Kita harus mampu mengimplementasikan setiap waktu. Makanya, perempuan harus ikhlas mengajar dan memberi, apalagi dalam mendidik anak dan mempengaruhi masa depannya,” ucap Alumni IAIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta, Jurusan Bahasa Arab ini, kepada che-puan.

Hj Teti mengatakan, dalam hidup, kita harus pandai membagi dan memberi kepercayaan pekerjaan kepada orang lain. Sesungguhnya perempuan harus mampu menentukan arah dan sasaran yang hendak di tuju dalam keluarga. Untuk itu, sesungguhnya perempuan juga dapat diibaratkan sebagai manager dalam sebuah perusahaan.

“Intinya, bagaimana cara efektif dan efisien untuk mencapai sasaran tersebut. Untuk itu harus pandai membagi pekerjaan dan pandai mempercayakan pekerjaan kepada orang lain,” ucap istri Sekda Bengkalis H Asmaran Hasan ini.

Selain urusan rumah tangga, mulai dari mendaftar anak sekolah, mengurus KTP, membangun rumah, perabot rumah tangga hingga menu masakan, selama ini dipercayakan kepada perempuan. Maka tak heran bila suaminya menyebut isterinya sebagai Manager Rumah Tangga. Padahal, seperti kebanyakan orang Melayu menyebut ibu rumah tangga.

Untuk itulah, anak dari pasangan ayahanda (alm) H Chozaini dan  (Alh) Azimah, berkeyakinan bahwa selesainya urusan rumah tangga, maka sang suami juga akan fokus, bagaimana pekerjaan dengan target sasaran yang jelas dan dapat diwujudkan.

Apalagi mengurus anak, dan sebagainya, maka peran seorang perempuan harus tahu dengan tugas dan tanggungjawanya. Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat.*

BPPKB Bengkalis Taja Pelatihan Masyarakat Berwawasan Gender

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bengkalis, selama sepekan (26 September hingga 1 Oktober) lalu, menggelar kegiatan pelatihan perencanaan pembangunan masyarakat berwawasan gender se-Kecamatan Siak Kecil. Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat terwujudnya masyarakat dalam pembangunan yang memperhatikan berbagai aspek kepentingan perempuan.

Kegiatan ini dipusatkan di Aula Kantor Camat Siak Kecil dan dibagi dalam dua angkatan. Masing-masing angkatan mengikuti pelatihan selama tiga hari, diikuti segenap unsur dan komponen masyarakat di setiap desa, meliputi unsur TP PKK desa, sekdes, tokoh masyarakat, tokoh agama, LKMD, dan tokoh pemuda desa. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti Kasi PMD Kecamatan Siak Kecil.

Sepanjang pelatihan dilakukan, dengan bimbingan para narasumber, para peserta pelatihan terlihat aktif dan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Terlebih dalam pelatihan ini, mereka diharapkan nantinya mampu menjadi agent of change (agen perubahan) di masing-masing desa, terutama dalam memberikan pendapat dan usulan pembangunan.

Disamping itu, para peserta diberikan materi mengenai kesetaraan gender dalam pembangunan, juga dibimbing untuk mampu mengidentifikasi berbagai persoalan terkait
pembangunan. Hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan, faktor-faktor yang menyebebkan terjadinya kesenjangan antara pria dan wanita, serta persoalan yang menyangkut persoalan perempuan itu sendiri, seperti persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, politik, sosial budaya dan lain sebagainya. Bahkan peserta juga dibagi dalam beberapa kelompok (berdiskusi) guna menemukan persoalan riil, menganalisa persoalan, serta mencari solusi terbaik.

“Kita menginginkan mereka ini nantinya bisa menjadi fasilitator dalam mengusulkan berbagai rencana pembangunan yang benar-benar turut memperhatikan gender. Mereka juga diharapkan mampu untuk mensosialisasikan ilmu yang mereka dapatkan hari ini, termasuk mengembangkan pemikiran, memfasilitasi dan mengawal usulan pembangunan
yang berwawasan gender, mulai dari tingkat desa, kecamatan dan bahkan hingga tingkat kabupaten,” ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Aktivitas Masyarakat, Ediwar Rachman, disela-sela pelatihan.

Ediwar Racham menegaskan, dalam memotivasi peranan perempuan hingga ke akar rumput (desa), sebenarnya tidak hanya menjadi tanggungjawab Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB saja. Namun harus juga melibatkan seluruh SKPD di lingkup pemerintah daerah. Sementara Kepala BPPKB melalui Kabid Organisasi Perempuan dan Peran Serta Masyarakat Ir Rahmi saat dimintai pendapatnya mengatakan, pihaknya berupaya agar perempuan Kabupaten Bengkalis senantiasa mendapatkan pembinaan dan pelatihan dalam emberdayaan perempuan. Bahkan pihaknya bertekad agar perempuan dapat ditingkatkan partisipasinya dalam pembangunan di segala aspek kehidupan masyarakat.*

Sekapur Sirih

Salam Hormat, Mengingat pentingnya fasilitas internet bagi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bengkalis...Selengkapnnya..