Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bengkalis, selama sepekan (26 September hingga 1 Oktober) lalu, menggelar kegiatan pelatihan perencanaan pembangunan masyarakat berwawasan gender se-Kecamatan Siak Kecil. Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat terwujudnya masyarakat dalam pembangunan yang memperhatikan berbagai aspek kepentingan perempuan.
Kegiatan ini dipusatkan di Aula Kantor Camat Siak Kecil dan dibagi dalam dua angkatan. Masing-masing angkatan mengikuti pelatihan selama tiga hari, diikuti segenap unsur dan komponen masyarakat di setiap desa, meliputi unsur TP PKK desa, sekdes, tokoh masyarakat, tokoh agama, LKMD, dan tokoh pemuda desa. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti Kasi PMD Kecamatan Siak Kecil.
Sepanjang pelatihan dilakukan, dengan bimbingan para narasumber, para peserta pelatihan terlihat aktif dan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Terlebih dalam pelatihan ini, mereka diharapkan nantinya mampu menjadi agent of change (agen perubahan) di masing-masing desa, terutama dalam memberikan pendapat dan usulan pembangunan.
Disamping itu, para peserta diberikan materi mengenai kesetaraan gender dalam pembangunan, juga dibimbing untuk mampu mengidentifikasi berbagai persoalan terkait
pembangunan. Hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan, faktor-faktor yang menyebebkan terjadinya kesenjangan antara pria dan wanita, serta persoalan yang menyangkut persoalan perempuan itu sendiri, seperti persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, politik, sosial budaya dan lain sebagainya. Bahkan peserta juga dibagi dalam beberapa kelompok (berdiskusi) guna menemukan persoalan riil, menganalisa persoalan, serta mencari solusi terbaik.
“Kita menginginkan mereka ini nantinya bisa menjadi fasilitator dalam mengusulkan berbagai rencana pembangunan yang benar-benar turut memperhatikan gender. Mereka juga diharapkan mampu untuk mensosialisasikan ilmu yang mereka dapatkan hari ini, termasuk mengembangkan pemikiran, memfasilitasi dan mengawal usulan pembangunan
yang berwawasan gender, mulai dari tingkat desa, kecamatan dan bahkan hingga tingkat kabupaten,” ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Aktivitas Masyarakat, Ediwar Rachman, disela-sela pelatihan.
Ediwar Racham menegaskan, dalam memotivasi peranan perempuan hingga ke akar rumput (desa), sebenarnya tidak hanya menjadi tanggungjawab Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB saja. Namun harus juga melibatkan seluruh SKPD di lingkup pemerintah daerah. Sementara Kepala BPPKB melalui Kabid Organisasi Perempuan dan Peran Serta Masyarakat Ir Rahmi saat dimintai pendapatnya mengatakan, pihaknya berupaya agar perempuan Kabupaten Bengkalis senantiasa mendapatkan pembinaan dan pelatihan dalam emberdayaan perempuan. Bahkan pihaknya bertekad agar perempuan dapat ditingkatkan partisipasinya dalam pembangunan di segala aspek kehidupan masyarakat.*





0 komentar:
Posting Komentar