Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan cara belajar membaca Al-Quran dengan menerapkan mode Iqra’ dan qiraat, di kalangan guru ngaji dan masyarakat, terus dilakukan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis. Untuk ke sekian kalinya, organisasi perempuan di Kabupaten Bengkalis ini, kembali menggelar kegiatan pelatihan cara membaca Al-Quran yang dilaksanakan Selasa (8/11) kemarin di gedung GOW jalan Ahmad Yani Bengkalis.
Menurut Ketua GOW Bengkalis Hj Hera Triwahuyuni Riza SE di sela-sela kegiatan pelatihan yang direncanakan selama dua hari tersebut, bahwa kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali ini, diperuntukkan bagi para guru ngaji dan masyarakat di Kecamatan Bengkalis. Masing-masing desa/kelurahan mengirimkan pesertanya sebanyak 5 orang.
“Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini, lain tak bukan adalah untuk mempermudah pemahaman dalam bacaan Al-Quran itu sendiri, memudahkan para pelajar agar cepat membaca Al-Quran, serta memahami ilmu yang terus berkembang agar kita mudah mempelajari membaca Al-Quran dengan baik dan cepat,” ujar Hera seraya menambahkan jika dalam kegiatan pelatihan ini, beberapa narasumber dilibatkan dari pengurus GOW, diantaranya Hj Razmah Alwi, dan Syafrida.
Lebih jauh Hera menegaskan, untuk meningkatkan pemahaman cara belajar membaca Al-Quran dengan menerapkan metode Iqra’ ini, setakat ini pihaknya sudah melakukannya di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Siakkecil, Rupat Utara dan Kecamatan Bantan. Khusus untuk di Kecamatan Bengkalis ini, selain metode iqra', juga pengenalan terhadap metode qiraaty.
“Ilmu itu, khsusnya cara membaca Al-Qran terus berkembang. Perubahan dari belajar metode baghdadiah, lalu metode iqra, kemudian metode qiraaty. Membaca Al-Quran merupakan kewajiban kita. Terlebih setiap pasangan pengantin harus bisa mengaji dan mengkhatamkan Al-Quran,” katanya.
Selain aktif dalam melakukan kegiatan keagamaan, seperti memberi pelatihan cara membaca Al-Quran, GOW Bengkalis juga aktif dalam melakukan pembinaan dan kegiatan yang menjurus kepada pengembangan kesenian dan budaya. Bahkan baru-baru ini kata Hera, pihaknya telah melaksanakan kegiatan festival rebana bagi pelajar SLTP dan SLTA di Kecamatan Siakkecil dan Bukitbatu.
Sesuai informasi yang dihimpun, dalam perlombaan rebana yang diselenggarakan di Kecamatan Bukitbatu, baru-baru ini, SMA 1 Bukitbatu keluar sebagai juara pertama festival rebana tingkat SLTP dan SLTA. Juara kedua berhasil diraih group rebana dari SMA 2 Bukitbatu, dan juara ketiga dari MTs Nurul Hasanah Bukitbatu.
Sementara itu, juara keempat disandang group rebana dari siswa SMP 1 Siakkecil, juara kelima SMA 2 Bukitbatu, dan juara keenam dari SMP YKPP Bukitbatu. "Bagi para pemenang festival rebana ini, disamping kita memberikan hadiah berupa piala, kita juga memberikan uang tunai sebagai perangsang," tukas Hera.*





0 komentar:
Posting Komentar